Guru PAI Siap Terima Pencairan TPG

Purwokerto : Kepala Kantor Kemenag Banyumas Drs. H. Akhsin Aedi, M.Ag didampingi oleh kasi PAI Agus Setiawan, S.Sos membuka dan memberikan arahan dalam acara Rapat Persiapan Pencairan TPG bagi GPAI lulusan PPG 2021, bertempat di aula Al Ikhlas, Kamis (10/02)

Rapat persiapan diikuti oleh 53 guru PAI dari tingkatan TK, SD, SMP, SMA/SMK se kabupaten Banyumas. Tujuannya adalah untuk persiapan proses pencairan TPG, dimana secara teknis persyaratan persyaratan harus disiapkan sedini mungkin. Sehingga pada saat proses pencairan tiba, mereka tinggal mengumpulkan berkasnya

Kasi PAI dalam arahannya terhadap guru PAI menyampaikan  ucapan selamat kepada guru PAI yang telah lulus PPG dan  akan mendapatkan pencairan TPG ini.

” Untuk masalah teknis,  berkas berkas pendukung harus disiapkan sedini mungkin, dimana berkas tersebut nantinya harus diupload melalui aplikasi Siaga. Kalau masih ada kekurangan berkas dapat dicari dan dilengkapi  dari sekarang, sehingga apabila tiba waktunya nanti tinggal upload saja  “.  ujarnya.

” Untuk guru yang belum  lolos CPNS masih ada kesempatan mendaftar  melalui  P3K, karena mereka sudah mengantongi poin atau nilai 100 dibanding yang belum mempunyai  sertifikat pendidik. Sehingga guru agama yang sudah punya sertifikat pendidik mempunyai peluang yang lebih besar “. ujarnya lebih lanjut.

Dalam kesempatan yang sama Kakan Kemenag menyampaikan bahwa meskipun setatus kepegawaian mereka berada di Dinas Pendidikan, akan tetapi untuk masalah tunjangan kesejahteraan ada di Kemenag. 

” Bapak Ibu harus sering sering berkoordinasi dan mencari informasi dengan Kemenag untuk kelancaran proses tunjangan profesi gurunya. Seandainya Bapak Ibu guru tidak berkoordinasi dan jarang menanyakan maka akan ketinggalan informasi. ” terang kakan.

” Dalam proses belajar mengajar di sekolah Bapak Ibu jangan memaksakan paham paham dalam islam kepada siswa , contohnya jangan memuhammadiahkan siswa dan jangan meng NU kan siswa, biarkan mereka berjalan apa adanya “.

” Hal ini juga sesuai dengan kebijakan dari Menteri Agama RI terkait dengan penguatan  moderasi beragama , dimana ada empat  indikator utama moderasi beragama yaitu komitmen kebangsaan, anti kekerasan,  toleransi, dan menghargai kearifan lokal .” pungkasnya. (Tum)

Bagikan :
Translate »