Lima Madrasah Impelementasikan K-13

PURWOKERTO– Sebanyak lima madrasah di Kabupaten Banyumas, tahun ini telah menerapkan Kurikulum 2013 (K-13) di seluruh jenjang kelas.

Madrasah tersebut mulai melaksanakan kurikulum ini pada tahun pelajaran 2014/2015 lalu. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas, Bambang Sucipto melalui Kasi Pendidikan Madrasah, Ibnu Asaduddin, mengatakan kelima madrasah itu, MIN Purwokerto, MTsN Purwokerto, MTs Ma’arif Wangon, MI Ma’arif Singasari Karanglewas dan MI Ma’arif Pageraji Cilongok.

”Penetapan kelima madrasah tersebut sesuai dengan Surat Keputusan dari Dirjen Pendidikan Islam No. 481 Tahun 2015 dan berdasarkan hasil koordinasi dengan Kanwil Kemenag Jateng karena dinyatakan sudah siap untuk melaksanakan,” jelas dia.

Selain itu, sesuai dengan Surat Keputusan Dirjen Pendis No 5114 Tahun 2015, Kurikulum 2013 mulai diselenggarakan pada tahun pelajaran 2015/2016, sehingga pada tahun pelajaran 2016/2017, Kurikulum 2013 sudah wajib dilaksanakan pada kelas 1 dan 2 (MI), kelas VII dan VIII (MTs), kelas X dan XI (MA).

”Adapun di Kabupaten Banyumas, madrasah yang melaksanakan antara lain MIN Watuagung, MIN Karangsari, MTsN Tambak dan MTsN Sumbang,” ungkapnya. Kemudian sesuai Surat Keputusan Dirjen Pendis No. 3932 Tahun 2016, Kurikulum 2013 mulai diselenggarakan tahun pelajaran 2016/2017, sehingga pada tahun pelajaran 2016/2017 pemberlakuan kurikulum ini diwajibkan bagi kelas awal di setiap jenjang/tingkatan.

Madrasah yang melaksanakan di antaranya MI Ma’arif NU Dawuhan Wetan Kedungbanteng, dan MTs Ma’arif NU Jatilawang. Ibnu menegaskan, selain madrasah yang sudah ditunjuk melalui SK dari Kemenag tersebut, tidak diperbolehkan menerapkan Kurikulum 2013.

Madrasah tersebut untuk sementara harus menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan, namun untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menggunakan Kurikulum 2013. ”Madrasah yang menerapkan Kurikulum 2013 harus mempunyai SK dari Kemenag. Selain itu, madrasah tersebut juga harus diuji kesiapannya, mulai dari kesiapan guru maupun sarana dan prasarana pendukungnya,” tandasnya.

Adapun bentuk kesiapan guru berupa jumlah guru yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan minimal harus sudah mencapai sebesar 60 persen dari total jumlah guru. Sedangkan kesiapan sarana dan prasarana meliputi ketersediaan buku teks pelajaran.

Open chat
1
Selamat Pagi
Scan the code
Assalamu'alaikum
kementerian Agama Kabupaten Banyumas